Breaking News

Yustianus, Sekda Sekaligus Ketua Kwarcab Kab Bengkayang, Tegaskan Komitmen Bengkayang di Panggung Kalbar


Pontianak pagi itu diselimuti semangat berbeda. Di ruang aula yang dipenuhi atribut merah-putih dan dasi Pramuka, satu nama dari ujung utara Kalbar duduk tegak bersama Ketua Kwarcab Kab Bengkayang se-provinsi: Yustianus, S.E., M.M. 

Beliau hadir bukan hanya sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang. Tapi juga sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bengkayang — dua peran, satu tekad: membangun generasi muda yang berkarakter.

Hari itu, Majelis Pembimbing Daerah, Kwartir Daerah, dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka Kalimantan Barat resmi dilantik. Prosesi sakral itu bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan. Ini titik start baru. Start untuk menyalakan api Dasa Dharma di setiap sudut Kalbar, dari Sambas sampai Ketapang, dari Kubu Raya sampai Bengkayang.

Saat nama Yustianus disebut, tepuk tangan mengiringi langkahnya ke barisan tamu kehormatan. Jas hitam, lencana Pramuka tersemat rapi di dada kiri. Sorot matanya tenang, tapi tegas. Karena beliau tahu betul: Pramuka bukan kegiatan ekstrakurikuler biasa. Pramuka adalah “sekolah kehidupan”.

Dalam tiap baris Satya dan Dasa Dharma, ada pelajaran tentang disiplin, gotong royong, cinta alam, dan bela negara. Nilai-nilai yang hari ini sering tergerus zaman, tapi justru paling dibutuhkan anak muda Bengkayang untuk menghadapi masa depan.

Kehadiran Yustianus di pelantikan itu mengirim pesan jelas. Pemkab Bengkayang tidak menitipkan Pramuka hanya ke sekolah. Pemerintah daerah turun langsung. Duduk satu meja dengan Kwarda Kalbar. Siap bersinergi, siap turun ke lapangan, siap memastikan setiap gugus depan di Bengkayang punya ruang tumbuh.

“Pramuka itu investasi jangka panjang,” begitu kira-kira semangat yang terpancar dari kehadirannya. Investasi untuk mencetak pemimpin yang tidak cuma cerdas IPK, tapi juga kuat IMTAQ dan berjiwa sosial tinggi.

Dengan dilantiknya Mabida, Kwarda, dan LPK yang baru, roda pembinaan kini berputar lebih kencang. LPK akan menjaga akuntabilitas. Mabida akan memberi arah kebijakan. Kwarda akan jadi motor penggerak. Dan Kwarcab Bengkayang di bawah komando Yustianus siap jadi barisan terdepan yang mengeksekusi di lapangan.

Bayangkan: anak-anak di Sanggau Ledo belajar survival sambil menanam pohon. Adik-adik di Teriak ikut Jambore sambil belajar wirausaha. Penegak di Jagoi Babang menggelar bakti sosial ke desa perbatasan. Semua berawal dari keputusan hari ini, di Pontianak, saat para pembina mengucap janji setia.

Pelantikan selesai, tapi tugas baru saja dimulai. Bendera sudah dikibarkan. Tunas kelapa sudah disematkan. Kini giliran kita semua — pembina, orang tua, pemerintah, masyarakat — menjawab tantangan Dasa Dharma itu dengan aksi nyata.

Karena Pramuka bukan tentang berkemah semalam. Pramuka tentang membentuk manusia seutuhnya. Dan Bengkayang, lewat Yustianus, sudah menyatakan diri: kami siap jadi bagian dari perubahan itu.

Narasumber :Sekda Bengkayang
Penulis ; Dominikus tolek
© Copyright 2022 - OPINIRAKYAT.ID