*SAMALANTAN* – Seorang siswa kelas 2 SD berinisial Y. di Kecamatan Samalantan diduga tidak lagi menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah orang tuanya mencermati surat pernyataan yang di Redaksi nya di siapkan fihak sekolah, sambil menunggu surat dari SPPG untuk jaminan mutu terkait kasus tanggal 18 Mei yang lalu, saya bukan menolak tandatangani surat itu kata YL,saat di confirmasi ,memang belum saya tandatangani surat itu, surat pernyataan siap tidak menerima program tersebut. Surat di buat buntut kejadian makanan MBG yang diduga tidak layak konsumsi pada Senin, 18 Mei 2026 yang lalu
Menurut orang tua Y., surat pernyataan yang diedarkan pada 19 Mei 2025 meminta orang tua menyatakan “siap tidak menerima MBG”. Karena belum ada jaminan tertulis dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait perbaikan mutu pasca klarifikasi bersama Puskesmas, Pemerintah Desa, dan Babinsa, orang tua Y. memilih tidak menandatangani tutur Yl orang tua Y
Dampaknya, Y. mengalami beban psikis berat. Siswa kelas 2 itu mengaku malu berangkat sekolah dan akhirnya tidak mengikuti ulangan umum yang digelar hari ini di salah satu SD di Samalantan. Adapun kejadian Y tidak dapat MBG, pada tanggal 25 Mei 2026
“Anak saya sampai tidak mau ke sekolah. Padahal hari ini ada ujian,” kata orang tua Y.
Saat dimintai keterangan, pihak sekolah menyebut kepala sekolah sedang menghadiri rapat di Dinas Pendidikan pada saat peristiwa 18 Mei terjadi. Sementara itu, saat berita ini dirilis, orang tua Y. sedang dipanggil menghadap kepala sekolah.
Badan Gizi Nasional sebelumnya menegaskan MBG bersifat sukarela dan sekolah dilarang melakukan diskriminasi terhadap siswa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah, SPPG, maupun BGN Terkait kasus yang dialami Y
Narasumber : Kepala Sekolah Agustinus, Spd dan orang tua Yuna Yulius
Penulis : Dominikus tolek


Social Header