Breaking News

Wagub Krisantus Tutup Gawia Sowa ke-186 Dayak Bidayuh, Sebut Jagoi Babang Destinasi Wisata Lintas Batas


BENGKAYANG – Ribuan warga Dayak Bidayuh dari Indonesia dan Sarawak, Malaysia, memadati Balai Adat Bijagoi, Kecamatan Jagoi Babang, pada 3 Juni 2026 untuk menutup rangkaian Gawia Sowa ke-186. Acara adat tahunan ini dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan beserta istri, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, dan jajaran Forkopimda.

Krisantus yang bertepatan merayakan ulang tahun ke-57 pada hari itu menyebut Gawia Sowa sebagai bentuk nyata _international cross border tourism_. 

“Semoga kegiatan ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara ke daerah ini, sehingga memberi dampak positif bagi perekonomian Kalimantan Barat, terutama wilayah perbatasan,” kata Krisantus dalam sambutannya.

*Melestarikan adat, merajut silaturahmi lintas negara*

Ketua Panitia sekaligus Ketua DPRD Bengkayang Debit menjelaskan, Gawia Sowa sudah dilaksanakan turun-temurun dan tahun 2026 ini memasuki tahun ke-186 bagi masyarakat Dayak Bidayuh Bijagoi-Jagoi Babang.

“Kegiatan ini bentuk pelestarian adat istiadat nenek moyang sebagai warisan budaya agar kelak anak cucu tidak melupakan budaya. Sekaligus jadi ajang silaturahmi antar keluarga yang berada di Malaysia dan Indonesia. Banyak keluarga kita dari Sarawak hadir hari ini, walau terpisah batas negara,” ujar Debit.

Sebanyak 1.600 warga Dayak Bidayuh dari Sarawak ikut hadir, termasuk Datuk Henry Harry Jinep, Timbalan Menteri Pengangkutan Sarawak. Dari pihak Indonesia, hadir sekitar 500 tamu undangan, mulai dari Wakil Bupati Syamsul Rizal, Sekda Yustianus, unsur TNI Polri, hingga kepala instansi perbatasan PLBN, Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina Jagoi Babang.

*Dorongan untuk promosi budaya dan kerukunan*

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis berharap Gawia Sowa bisa memperkuat identitas budaya Dayak Bidayuh Bijagoi yang hanya ada di kawasan perbatasan Jagoi Babang.

“Saya yakin kekayaan budaya ini tidak hanya jadi kebanggaan masyarakat Jagoi, tapi seluruh Kabupaten Bengkayang. Mari dukung dan promosikan, sekaligus jaga kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya,” kata Darwis.

Krisantus juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bengkayang dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang telah memasukkan event Kalbar ke dalam Kharisma Event Nusantara.

“Pengangkatan dan pelestarian budaya adat Dayak Bidayuh Bijagoi menunjukkan semangat mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan gawai masyarakat Dayak setempat,” pungkasnya.

Rangkaian penutupan diisi Ritual Adat Paad Sadih dengan Tarian Sigal Sinoyan, atraksi musik tradisional Silotuang kolaborasi tarian kreasi, hingga Ritual Maan Lang dan Sigal Bilamak, ditutup dengan ramah tamah di Balai Adat Bijagoi.(Dominikus T)
© Copyright 2022 - OPINIRAKYAT.ID